justwrite

justwrite
Satu karakter mewakili satu pikiran, satu kata mewakili satu perasaan, dan satu kalimat mewakili satu hati. - Me.

Minggu, 01 September 2013

Sebaris Kerinduanku :')


kata tak mampu mendeskripsikan. Tindakan tak mampu menjelaskan. Segala hal yang ku lakukan serasa tak berarti. Hambar. Duduk dan hanyut dalam duniaku. Ku lihat pancaran merah jingga melingkar diatas sana ___sungguh mempesona. Damai sekali rasanya. Kilauan titik-titik manis itu seolah menunjukan kebahagiaannya disana. Hamparan gelap membentang luas. Tanpa sadar, sebuah senyuman membentang dibibirku. Menatap jauh keatas. Apa papa ada disana? Menatapku dengan sepasang mata coklatnya sembari tersenyum, mungkin. Aku rindu, Pa. Aku rindu papa mengganggu waktu tidurku. Aku rindu terlelap dibawah kaki-kaki mungilmu. Aku rindu mengitari kota bersamamu, Pa. Papa ingat? Setiap malam sebelum terlelap, Aku selalu menunggu kedatanganmu beserta kantongan-kantongan kecil yang papa bawakan untukku. Papa tertawa kala itu. Mengusap lembut rambutku. Kita menikmati isi kantongan itu bersama. Hanya berdua hingga akhirnya si sulung terbangun dan terpaksa kita harus berbagi. Lucu rasanya mengingat itu.
Semua memori terputar ulang __dengan jelas. Aku kesepian, Pa. Hari-hariku sepi. Hampa. Segala sesuatunya terasa berbeda sekarang. Rumit. Butiran-butiran itupun tak mampu lagi ku tahan. Meluap. Maaf, Pa. Maaf karena tak ada di detik-detik terakhirmu. Maaf mengecewakan. Maaf. Maaf buat segalanya. Bendungan itu menderas. Sayup-sayup ku panggil namanya dengan linangan, yang bahkan aku tak tau mengapa mengalir begitu saja. Aku harap Pencipta menempatkanmu di negeri putih nan indah itu, Pa. Mengajakmu berkeliling dan menikmati keindahannya. Tersenyumlah, Pa. Tersenyumlah karena kini rasa sakit yang sekian lama kau rasa telah berubah menjadi sukacita. Tersenyumlah melihat anakmu dari atas sana dengan penuh rasa bangga. Jangan cemaskan aku. Jangan cemaskan butiran-butiran yang berjatuhan ini. Tak apa. Aku tersenyum. Engkau pria hebat. Pria nomor satu dalam hidupku. Papa. Kelak saat aku punya keturunan nanti, papa akan dikenang manis. Sangat manis. Aku mencintaimu, Pa. Selalu mencintaimu.


2 komentar: