justwrite
Satu karakter mewakili satu pikiran, satu kata mewakili satu perasaan, dan satu kalimat mewakili satu hati. - Me.
Kamis, 05 September 2013
Kenanglah Kasih
Angin
berhembus lembut. Udara mengambang jauh di atas sana menambah getaran indera
peraba yang mengalami penolakan alam ini. Ku pandangi sekitar. Butiran-butiran
embun mulai bertetesan pada kelopak penuh warna ceria itu. Sejuk sekali.
Ku langkahkan kakiku perlahan mengitari bundaran hijau. Mencoba menyatu
dengannya. Ya. Tanpa ku sadari, bibir ini mulai membentuk suatu simpul yang
menambah keindahan raut wajahku. Haahh. Di sini. Di tempat ini. Tersimpan
banyak kenangan manis. Kenangan bersama orang terkasih yang bahkan aku tak tau
keberadaannya. Sedang apa? Dimana? Apa kabarnya dia. Aku bertanya-tanya.
Terkadang mungkin takdir berkata lain. Atau. Keadaan memaksamu untuk mengatakan
yang lain. Kamu boleh saja membenciku atau bahkan enggan bertatap denganku.
Tapi satu hal, Kasih. Aku dan kamu pernah menjadi kita. Aku dan kamu pernah
menjadi satu kesatuan yang padu. Ingat? Saling mengenal dan mengasihi satu sama
lain. Walau segalanya telah berakhir, walau pintu-pintu telah terkunci rapat,
dan walau kemungkinan-kemungkinan itu hanyalah omong kosong belaka. Kenanglah.
Kenang walau hanya sesaat di bagian-bagian kecil bunga tidurmu. Butiran mata
air berjatuhan. Menderas. Semoga yang Maha Kuasa selalu menyertai langkahmu,
ya. Aku selalu mendoakan kamu, membawa namamu dalam sebaris harapanku
kepada-Nya. Berbahagialah. Bahagiakan dirimu bersama seseorang yang mungkin
dapat mengerti kamu seutuhnya. Aku yakin segalanya telah disediakan-Nya bagimu.
Karena. Kamu baik. Dan. Berhak mendapatkan yang terbaik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar