justwrite

justwrite
Satu karakter mewakili satu pikiran, satu kata mewakili satu perasaan, dan satu kalimat mewakili satu hati. - Me.

Minggu, 01 September 2013

Cukup Sudah


Seminggu setelah semuanya berlalu. Tiada lagi kata, tiada lagi cerita. Kamu seolah-olah menghilang. Tanpa tanya, tanpa kata, kamu meninggalkan semua. Sakit.
Hai kamu, ya kamu. Tidakkah kamu ingat lagi akan semuanya? semua tentang kita. Setia. Sukaduka. Selamanya. Aku menarik nafas panjang. Hanya sebuah angan kosong. Angin yang menyentuh lembut, cahaya bulan berkilauan, kesunyian yang begitu menghangatkan membawaku kepada dunia fantasiku. Dunia dimana aku menganggumi suatu sosok. Sosok yang kurindukan yang bahkan belum tentu membalaskan hal yang sama juga kepadaku. Sosok itu menghantui pikiranku. senyuman, celotehan, bahkan amarah. semua mengingatkan. Kumpulan kata yang ia rangkai begitu manis. Suara khas yang ia lantunkan penuh sentuhan kasih. Aroma semerbak mempesona hati. Hatiku meringis. Mengapa? Apakah kasihmu kepadaku telah hilang bak debu terbawa angin, telah lenyap bak dipanas api atau telah beralih menjadi benci? aku tak mengerti. Kamu begitu tega. 

Serangkaian getaran dari sakuku membuyarkan lamunanku. Sebuah pesan singkat, ternyata. Mencoba mereka-reka. Hatiku bergejolak ketika membaca isi pesan tersebut. Kamu. Setelah sekian lama tanpa kata, setelah sekian lama menghantui pikiran, setelah sekian lama menjadi bayang-bayang. Kamu datang kembali. Tanpa penyesalan. Tanpa maaf. Berlagak seolah-olah tak terjadi apa-apa. Miris. Hatiku bergetar. Pikiranku beradu. Butiran-butiran mata air itupun mulai berjatuhan. Jahat. Sekarang apa lagi? Datang dan pergi sesuka hatimu.
Berjam-jam lamanya aku menatap layar ponselku. Duduk. Diam. Terpaku. Permainan apalagi yang akan kamu buat? Jangan menghampiriku hanya untuk menggoreskan luka lagi. Aku mohon. Aku lelah dengan segala permainanmu. Aku sudah cukup tersiksa dengan semua perlakuanmu terhadapku. Aku bukanlah boneka yang siap kamu bawa dalam setiap sandiwara. Sudah tamat. Maafkan aku. Masih terasa sulit bagiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar