justwrite

justwrite
Satu karakter mewakili satu pikiran, satu kata mewakili satu perasaan, dan satu kalimat mewakili satu hati. - Me.

Jumat, 08 Agustus 2014

Pesona Pasir Putih - Samosir


Berbicara mengenai pariwisata sumatera utara, yang pertama kali timbul di benak anda pasti adalah danau toba. Padahal ada begitu banyak lagi estetika alam yang dapat mengagumkan mata terdapat di provinsi berpenduduk lebih dari tiga belas juta jiwa ini. Salah satunya adalah pantai parbaba. Pantai berpasirkan putih ini terletak di Pulau Samosir, Parapat. Ya, lokasinya masih berada di sekitaran danau toba. Untuk mendapatkan keindahan pantai tersebut, Saya dan keluarga menempuh jarak yang cukup jauh. Namun, kelelahan dan kepenatan kami dalam perjalanan seolah terbayar seketika melihat panorama alam di pantai itu. Pantai tersebut berbeda dari pantai-pantai pada umumnya. Bila pantai pada umumnya terletak di laut, pantai ini terletak di tepian danau toba. Namun jangan salah sangka, keindahannya tidak jauh berbeda dengan pantai di laut bahkan lebih indah.
Perjalanan kami dimulai dari kota Medan terlebih dahulu menuju pelabuhan parapat. Perjalanan ini menempuh waktu sekitar empat sampai lima jam. Kemudian menyebrang dengan menggunakan kapal ferry ke Tomok. Sesampainya di tomok, kami disambut oleh rentetan penjual mangga khas daerah itu. Masyarakat disana biasa menyebutnya mangga parapat. Mangga tersebut bentuknya mungil namun rasanya sangat manis. Soal harga tidak perlu khawatir. Harga cukup terjangkau disana. Kami menghabiskan waktu beberapa jam di tomok. Setelah menikmati mangga yang telah kami beli, kami sekeluarga menapaki jalanan tomok dengan sekedar jalan-jalan menikmati suasana. Sesekali juga kami melihat pernak-pernik dagangan para pedagang. Setelah itu, perjalanan kemudian dilanjutkan. Dari tomok, perjalanan kami lanjutkan menuju desa Parbaba yang terletak diantara Tomok dan Pangururan. Nah, di desa inilah pantai berpasirkan putih itu tersimpan. Pertama kali melihat pantai itu, saya cukup terkesima. Hamparan luas pasir putih berlapiskan bentangan air luas seolah menarik perhatian saya cukup lama. Hembusan angin seolah membawa saya hanyut ke dalam keindahan pantai itu. Udaranya sejuk bagaikan menikmati sekaleng liang teh cap panda dingin di siang hari. Sungguh memberi kesegaran. Pantai itu benar-benar masih asri. Dan sepi. Mungkin karena belum banyak orang yang tau keberadaannya. Keindahan pantai disana tidak kami lewatkan untuk mengabadikannya lewat berfoto-foto ria, tentunya. Hingga sampai matahari terbenam dan suhu menurun begitu ekstrimnya, kami sekeluarga sepakat untuk mengakhiri kunjungan kami ke pantai tersebut dan bergegas mencari persinggahan. Persinggahan yang dimaksud disini bukanlah sebuah penginapan mewah atau hotel, karena di daerah tersebut tidak ada penginapannya yang seperti itu. Kalaupun ada, hanyalah penginapan biasa. Tapi, tenang saja. Kenyaman dan kebersihannya tidak perlu diragukan. Air di daerah ini melimpah ruah dan sangat jernih. juga, dingin seperti air yang berasal dari lemari pendingin. Tidak heran rasanya, karena udara di daerah tersebut juga dingin. Ada baiknya membawa jaket tebal apabila berwisata ke tempat ini.
Bagi anda yang merindukan kedamaian alam dan menyukai hamparan pasir, tempat ini sungguh sangat saya rekomendasikan. Terlebih lagi untuk wisata keluarga. Sekedar menggelar tikar dan menyantap bekal sembari menikmati hembusan angin pantai merupakan paketan yang harus anda coba di tempat ini. Sensansinya sungguh berbeda. Walaupun terdengar biasa, namun cara tadi cukup ampuh untuk mempererat kebersamaan keluarga. Dan, satu hal yang pasti. Tidak sampai mengoyak kantong terlalu dalam. Liburan tidak perlu mahal atau bahkan sampai jalan-jalan ke luar negeri. Disini, di negeri kita ini juga banyak tempat wisata alam yang membuat kita berdecak kagum. Kita harus bangga akan itu. Akan tetapi, saran saya adalah tetaplah menjaga kelestariannya. Jangan biarkan keasrian alam rusak hanya karena ulah kita. Karena bagaimanapun juga, alam telah memberikan panoramanya yang terbaik untuk kita nikmati dan sudah sepantasnyalah kita sebagai makhluk ciptaan yang paling mulia memberikan yang terbaik juga untuk mereka. Yaitu, menjaga dan melestarikannya.








Pengalaman liburan diatas merupakan perjalanan kami ketika saya masih kelas 2 SMA. Tepatnya, dua tahun yang lalu. Mohon maaf apabila foto-fotonya kurang jelas. Maklum, foto lama. Semoga pengalaman wisata pantai saya bermanfaat dan menginspirasi para pembaca ya, hehe. Tulisan diatas, saya buat untuk mengikuti blog contest Liang Teh Cap Panda (https://www.facebook.com/pages/LIANG-TEH-CAP-PANDA/111417062230706). Terima kasih. Salam pantai, yay!!



22 komentar:

  1. seru nih kayaknya.... pengeeeen :(

    BalasHapus
  2. dari tomok ke desa parbaba naik apa son?

    BalasHapus
  3. tempatnya menarik, saya akan pergi ke sana suatu saat saat liburan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan pak, bersama keluarga jauh lebih menyenangkan. salam :D

      Hapus
  4. biayanya kesitu kira2 berapaan,yaa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan dari medan ke parapat, kami menggunakan mobil pribadi. Tetapi, apabila ingin menggunakan bus biayanya 50rb per orang. Nah, dari parapat ke tomok menggunakan kapal ferry dan biayanya 10rb per orang (harga bisa berubah). Kalau biaya masuk ke pantai parbabanya tidak ada. Gratis. Berniat kesana saudari nannie? ;;)

      Hapus
    2. berniat... tapi gak tau kapan.. hehe.. mahal x 50 ribu per orang~ -,- ga bisa diskon kalo orang batak? ;D

      Hapus
  5. Keren tulisannya...
    minta pendapatnya aja tentang tulisan saya di 39 PANTAI terindah di kota malang : http://mlgcoffee.com/2014/08/10/malang-destinasi-pantai-eksotis-yang-perawan/
    ato
    cerita tour jakarta di
    http://bit.ly/juaraS4TO3

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Fariz Chamim, tulisanmu jg kerenloh. salam pantai, yay! :))

      Hapus
  6. seru juga ya disana, keren uy jdi pgn ikutan kesana
    jgn lpa ya liat critaku jga www.priangga.web.id/2014/08/pantai-teluk-mak-jantu.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. silahkan, boleh dicoba Priangga :))
      btw ceritamu juga seru. Salam pantai ya, heheh :D

      Hapus
  7. kalo ke samosir cobain sekalian deh cobain jalan darat. nanti lewatin tele, disana pemandangannya bagus. dari ketinggian lihat danau toba. nice story by the way :) keep writing!

    BalasHapus