justwrite

justwrite
Satu karakter mewakili satu pikiran, satu kata mewakili satu perasaan, dan satu kalimat mewakili satu hati. - Me.

Jumat, 11 Juli 2014

Cerita Singkat Sang Malam

Hai, malam. Pelita bundar itu kini kembali menemani. Pancarannya hebat, menembus hingga jutaan kilometer jaraknya. Ia terlihat indah disana. Tak heran rasanya bila semua mata mengatakan kalian paket yang sempurna. Aku takjub. Malam, tidakkah senyummu merekah sekarang? Kebahagian itu telah datang bersamamu. Atau mungkin, telah tinggal diam di dalammu? Pelita itu bak pemandu naluri bagimu. Hal-hal kecil yang bahkan masih melekat dalam kepalamu, Ia tau. Pantas saja kau betah berlama-lama dengannya. Di kegelapan, perhatiannku selalu teralih pada kalian. Pada keharmonisan yang kalian ciptakan. Ada kedamaian yang terpancar sesaat aku melihatnya. Ada dentuman nada manis sesaat aku merasakannya. Kau beruntung, Malam. Langit di atas sana memang luas, tapi ketahuilah tiada pelita lain yang dapat sama seperti pelita yang telah tercipta sempurna untukmu itu. Bersyukurlah, Malam. Jangan pernah sia-siakan dia. Jangan lagi. Dan, kalaupun suatu saat nanti kerikil-kerikil kecil itu datang dan menghadang langkah kalian berdua, tetaplah bertahan dan bergandengan. Layaknya dua buah kayu yang terlilit tulang daun. Begitulah kalian semestinya. Aku tau betul kau bukanlah seorang yang pantang menyerah, Malam. Juga bukan seorang yang bermain-main dengan ketulusan. Kau bahkan tak pernah peduli persepsi dunia mengenai engkau. Kau adalah kau. Dan tak pernah berubah. Pendirianmu cukup teguh. Dan, kuharap akan sama teguhnya dengan hatimu. Semoga kebahagiaan abadi akan selalu meliputimu. Hapuslah dukamu dan pecahkanlah dunia ini dengan tawa renyahmu. Bersukalah sekarang dan seterusnya. Ini malammu.

2 komentar: