Berbicara mengenai pariwisata sumatera
utara, yang pertama kali timbul di benak anda pasti adalah danau toba. Padahal
ada begitu banyak lagi estetika alam yang dapat mengagumkan mata terdapat di
provinsi berpenduduk lebih dari tiga belas juta jiwa ini. Salah satunya adalah
pantai parbaba. Pantai berpasirkan putih ini terletak di Pulau Samosir,
Parapat. Ya, lokasinya masih berada di sekitaran danau toba. Untuk mendapatkan
keindahan pantai tersebut, Saya dan keluarga menempuh jarak yang cukup jauh.
Namun, kelelahan dan kepenatan kami dalam perjalanan seolah terbayar seketika
melihat panorama alam di pantai itu. Pantai tersebut berbeda dari pantai-pantai
pada umumnya. Bila pantai pada umumnya terletak di laut, pantai ini terletak di
tepian danau toba. Namun jangan salah sangka, keindahannya tidak jauh berbeda
dengan pantai di laut bahkan lebih indah.
Perjalanan kami dimulai dari kota Medan
terlebih dahulu menuju pelabuhan parapat. Perjalanan ini menempuh waktu sekitar
empat sampai lima jam. Kemudian menyebrang dengan menggunakan kapal ferry ke
Tomok. Sesampainya di tomok, kami disambut oleh rentetan penjual mangga khas
daerah itu. Masyarakat disana biasa menyebutnya mangga parapat. Mangga tersebut
bentuknya mungil namun rasanya sangat manis. Soal harga tidak perlu khawatir.
Harga cukup terjangkau disana. Kami menghabiskan waktu beberapa jam di tomok. Setelah
menikmati mangga yang telah kami beli, kami sekeluarga menapaki jalanan tomok
dengan sekedar jalan-jalan menikmati suasana. Sesekali juga kami melihat pernak-pernik
dagangan para pedagang. Setelah itu, perjalanan kemudian dilanjutkan. Dari
tomok, perjalanan kami lanjutkan menuju desa Parbaba yang terletak diantara
Tomok dan Pangururan. Nah, di desa inilah pantai berpasirkan putih itu
tersimpan. Pertama kali melihat pantai itu, saya cukup terkesima. Hamparan luas
pasir putih berlapiskan bentangan air luas seolah menarik perhatian saya cukup
lama. Hembusan angin seolah membawa saya hanyut ke dalam keindahan pantai itu.
Udaranya sejuk bagaikan menikmati sekaleng liang teh cap panda dingin di siang
hari. Sungguh memberi kesegaran. Pantai itu benar-benar masih asri. Dan sepi.
Mungkin karena belum banyak orang yang tau keberadaannya. Keindahan pantai
disana tidak kami lewatkan untuk mengabadikannya lewat berfoto-foto ria,
tentunya. Hingga sampai matahari terbenam dan suhu menurun begitu ekstrimnya,
kami sekeluarga sepakat untuk mengakhiri kunjungan kami ke pantai tersebut dan
bergegas mencari persinggahan. Persinggahan yang dimaksud disini bukanlah
sebuah penginapan mewah atau hotel, karena di daerah tersebut tidak ada
penginapannya yang seperti itu. Kalaupun ada, hanyalah penginapan biasa. Tapi,
tenang saja. Kenyaman dan kebersihannya tidak perlu diragukan. Air di daerah
ini melimpah ruah dan sangat jernih. juga, dingin seperti air yang berasal dari
lemari pendingin. Tidak heran rasanya, karena udara di daerah tersebut juga
dingin. Ada baiknya membawa jaket tebal apabila berwisata ke tempat ini.
Bagi anda yang merindukan kedamaian alam
dan menyukai hamparan pasir, tempat ini sungguh sangat saya rekomendasikan. Terlebih
lagi untuk wisata keluarga. Sekedar menggelar tikar dan menyantap bekal sembari
menikmati hembusan angin pantai merupakan paketan yang harus anda coba di
tempat ini. Sensansinya sungguh berbeda. Walaupun terdengar biasa, namun cara
tadi cukup ampuh untuk mempererat kebersamaan keluarga. Dan, satu hal yang
pasti. Tidak sampai mengoyak kantong terlalu dalam. Liburan tidak perlu mahal
atau bahkan sampai jalan-jalan ke luar negeri. Disini, di negeri kita ini juga
banyak tempat wisata alam yang membuat kita berdecak kagum. Kita harus bangga
akan itu. Akan tetapi, saran saya adalah tetaplah menjaga kelestariannya.
Jangan biarkan keasrian alam rusak hanya karena ulah kita. Karena bagaimanapun
juga, alam telah memberikan panoramanya yang terbaik untuk kita nikmati dan
sudah sepantasnyalah kita sebagai makhluk ciptaan yang paling mulia memberikan
yang terbaik juga untuk mereka. Yaitu, menjaga dan melestarikannya.
Pengalaman liburan diatas merupakan
perjalanan kami ketika saya masih kelas 2 SMA. Tepatnya, dua tahun yang lalu.
Mohon maaf apabila foto-fotonya kurang jelas. Maklum, foto lama. Semoga
pengalaman wisata pantai saya bermanfaat dan menginspirasi para pembaca ya,
hehe. Tulisan diatas, saya buat untuk mengikuti blog contest Liang Teh Cap
Panda (https://www.facebook.com/pages/LIANG-TEH-CAP-PANDA/111417062230706).
Terima kasih. Salam pantai, yay!!


