justwrite

justwrite
Satu karakter mewakili satu pikiran, satu kata mewakili satu perasaan, dan satu kalimat mewakili satu hati. - Me.

Minggu, 05 Januari 2014

Terjebak Friendzone

Matahari baru saja mengintip dari persembunyiannya pagi ini. Sinarnya memaksaku untuk bangkit. Memulai segala aktivitas. Aku melangkah lagi hari ini. Ya, sama seperti sebelumnya. Melangkah dengan ketidakpastian. Aku masih tak mengerti mengapa ingatanku selalu saja tertuju padamu, bahkan di dunia lelapku sekalipun. Bayangmu seakan setia melekat bersama setiap kisah kebersamaan kita. Padahal aku sudah jelas tau bahwa kamu tak pernah mengharapkan aku. Aku tau tingkahku sedikit membuatmu terganggu. Dan, aku tau perhatianku bukanlah yang kamu mau. Tapi, lihat dan hargailah. Ini yang aku mampu. Setiap kata yang ku celotehkan, setiap hal gila yang sengaja ku lakukan, dan setiap tindakan aneh yang bahkan tak pernah mampu ku deskripsikan semata-mata hanyalah untukmu, Sayang. Ya, untuk menghadirkan simpulan indah itu di wajahmu. Karena ketahuilah, tiada lain yang bisa membuatku melayang ke surga selain karena senyum manis itu. Bercanda tawa bersamamu merupakan hal yang selalu ku nantikan. Ingin rasanya ku bekukan waktu ketika bersamamu. Menikmati setiap detik-detik kita. Dan. Ya, tak dapat ku pungkiri, aku merindukannya. Tapi. Semua telah berbeda sekarang. Tak sama lagi. Kamu yang dulu perlahan melangkah mundur dariku. Entah karena harapku terlalu berlebihan atau karena rasa kekecewaanmu yang terlalu mendalam, aku tak tau. Setelah hari itu semuanya berubah. Ku pikir hari itu akan menjadi hari yang paling indah buat kita, tapi aku salah besar. Hari itu adalah hari yang indah buat kalian. Aku harusnya sadar dari awal bahwa masih bersamamu sebagai teman merupakan keberuntungan besarku. Sudahlah, penyesalanku terlalu banyak. Dan sudah terlambat. Maafkan aku merusak segalanya. Maafkan aku mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar