Matahari baru saja
mengintip dari persembunyiannya pagi ini. Sinarnya memaksaku untuk bangkit.
Memulai segala aktivitas. Aku melangkah lagi hari ini. Ya, sama seperti
sebelumnya. Melangkah dengan ketidakpastian. Aku masih tak mengerti mengapa
ingatanku selalu saja tertuju padamu, bahkan di dunia lelapku sekalipun.
Bayangmu seakan setia melekat bersama setiap kisah kebersamaan kita. Padahal
aku sudah jelas tau bahwa kamu tak pernah mengharapkan aku. Aku tau tingkahku
sedikit membuatmu terganggu. Dan, aku tau perhatianku bukanlah yang kamu mau.
Tapi, lihat dan hargailah. Ini yang aku mampu. Setiap kata yang ku celotehkan,
setiap hal gila yang sengaja ku lakukan, dan setiap tindakan aneh yang bahkan
tak pernah mampu ku deskripsikan semata-mata hanyalah untukmu, Sayang. Ya,
untuk menghadirkan simpulan indah itu di wajahmu. Karena ketahuilah, tiada lain
yang bisa membuatku melayang ke surga selain karena senyum manis itu. Bercanda
tawa bersamamu merupakan hal yang selalu ku nantikan. Ingin rasanya ku bekukan
waktu ketika bersamamu. Menikmati setiap detik-detik kita. Dan. Ya, tak dapat
ku pungkiri, aku merindukannya. Tapi. Semua telah berbeda sekarang. Tak sama
lagi. Kamu yang dulu perlahan melangkah mundur dariku. Entah karena harapku
terlalu berlebihan atau karena rasa kekecewaanmu yang terlalu mendalam, aku tak
tau. Setelah hari itu semuanya berubah. Ku pikir hari itu akan menjadi hari
yang paling indah buat kita, tapi aku salah besar. Hari itu adalah hari yang
indah buat kalian. Aku harusnya sadar dari awal bahwa masih bersamamu sebagai
teman merupakan keberuntungan besarku. Sudahlah, penyesalanku terlalu banyak.
Dan sudah terlambat. Maafkan aku merusak segalanya. Maafkan aku mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar